Senin, 12 September 2011

Bivak

Bivak adalah salah satu ketrampilan dalam mempertahankan hidup dialam terbuka (survive) yang harus dimiliki seorang petualang bila tersesat di hutan, gunung.Bivak tempat berteduh dan bermalam di belantara. Membuat tempat perlindungan jadi penting ketika terjadi hal-hal darurat. Padahal, bivak tak hanya dibuat ketika darurat saja, tetapi juga dipakai pada saat membuat camp sementara
macam - macam bivak

contoh bivak

Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan ketika kita memutuskan untuk membuat bivak, yaitu jangan sekali-kali membuat bivak pada daerah yang berpotensi banjir pada waktu hujan. Di atas bivak hendaknya tak ada pohon atau cabang yang mati atau busuk. Ini bisa berbahaya kalau runtuh , bahan dasar untuk membuat bivak bisa bermacam-macam. Ada yang dibuat dari ponco (jas hujan plastik), lembaran kain plastik atau memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti daun-daunan, ijuk, rumbia, daun palem, dan lainnya. Tapi yang paling penting, kesemua bahan dasar tadi sanggup bertahan ketika menghadapi serangan angin, hujan atau panas.

bivak alami (gua)
Selain bahan yang bermacam-macam, bentuk bivak pun amat beragam. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan. Tak harus berbentuk kerucut atau kubus, modelnya bisa apa saja. Ini amat bergantung pada kreativitas kita sendiri. Membuat bivak merupakan seni tersendiri karena kreasi dan seni seseorang bisa dicurahkan pada hasilnya. Bentuk lain dari alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bivak yaitu gua, lekukan tebing atau batu yang cukup dalam, lubang-lubang dalam tanah dan sebagainya. Apabila memilih gua, agar kita bisa memastikan tempat ini bukan persembunyian satwa. Gua yang akan ditinggali juga tak boleh mengandung racun. Cara klasik untuk mengetahui ada tidaknya racun adalah dengan memakai obor. Kalau obor tetap menyala dalam gua tadi artinya tak ada racun atau gas berbahaya di sekitarnya.

Minggu, 14 Agustus 2011

KEGIATAN BERMUTU


I   PENGERTIAN
Kegiatan bermutu adalah kegiatan yang mengandung maslahat dan manfaat bagi peserta didik, orang tua / masyarakat, persyarikatan / pemerintah, dan dunia usaha.
 
II   BAGAIMANA PELAKSANAANNYA ???
1.      Memperhatikan kebutuhan peserta didik
2.      Memperhatikan kebutuhan setempat
3.      Tidak statis
4.      Bervariasi
5.      Disesuaikan dengan perkembangan jasmani dan rohani
6.      Memperhatikan kemampuan, minat dan bakat
7.      Tidak bertentangan dengan kaidah agama atau aturan yang berlaku
            
III   TARGET YANG INGIN DICAPAI
1.    Terbentuknya generasi yang kreatif, dinamis, dan berpandangan maju tetapi moralis
2.    Terbentuk kader yang memiliki ruh Islam dan ruh Muhammadiyah yang tidak lekang karena panas dan lapuk karena hujan

IV   HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1.    Melakukan lebih baik daripada berdiam diri
2.    Menjadi peserta lebih baik daripada menjadi penonton
3.    Melakukan dialam terbuka lebih baik daripada di dalam ruangan
4.    Hal yang tak terduga lebih menarik daripada yang sudah biasa
5.    Hal-hal yang penuh tanda tanya lebih baik daripada yang sudah diketahui
6.    Dengan benda yang sebenarnya lebih baik daripada dengan benda tiruan

V   YANG TIDAK BOLEH DILUPAKAN
1.   Pengkajian masalah
2.   Perencanaan
3.   Keterlibatan semua pihak
4.   Biaya yang diperlukan
5.   Peralatan yang memadai(tidak perlu mewah) 
6.   Pemilihan metode

VI   KHATIMAH
1.   Bertawakkal kepada Allah
2.   Memohon perlindungan dan pertolongannya
3.   Mengharap ridlo dan karunia-Nya

Senin, 08 Agustus 2011

PERKEMAHAN SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN


I.  Pengantar
Maksud dan tujuan Muhammadiyah adalah menegakan & menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar- benarnya. Menurut M. Amin Rais ada lima pondasi untuk mewujudkan masyarakat Islam itu, yaitu :

1. Tauhid
2. Sistem nilai moral yang benar berdasarkan wahyu Ilahi
3. Melakukan amal shaleh sebanyak-banyaknya (faith and action atau action       base on faith)
4. Keadilan
5. Terus menerus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi

Mewujudkan masyarakat Islam itu perlu latihan atau kegiatan.  Dalam kehidupan dilaksanakan di alam terbuka dalam bentuk perkemahan

II. Makna Perkemahan

·      Perkemahan adalah latihan hidup bermasyarakat di alam terbuka dengan menggunakan kemah atau tenda sebagai tempat bernaung dari panas, dingin, hujan, dsb. Hidup bermasyarakat adalah sunnah (hukum qudrat dan iradat) Allah atas kehidupan manusia di dunia. Demikian disebutkan dalam Muqadimah AD Muhammadiyah. Oleh karena itu Gerakan Kepanduan HW sebagai salah satu ortom Muhammadiyah menetapkan salah satu metodenya ialah kegiatan di alam terbuka diantaranya dalam bentuk perkemahan.

III. Maksud dan Tujuan

1.   Maksud
     a. Mempraktikkan sistem hidup berjamaah atau beregu
     b. Mempraktikkan hidup sederhana (qanaah) & mandiri
     c. Menjaga kesehatan jasmani dan rohani
     d. Membuktikan cinta tanah air
     e. Mengagumi kurnia Allah yang tak terhingga banyaknya dan manfaatnya.

2.  Tujuan
a.  Dapat hidup rukun (ta’awun ‘alal birri wattaqwa)
b.  Dapat hidup dalam segala keadaan
c.  Terjamin kesehatan jasmani & rohani
d.  Mampu bersyukur atas nikmat Allah yang tak terhingga banyaknya
e.  Akidah tauhid kuat, istiqomah dalam pendirian, ibadah benar, akhlaq mulia.

IV. Macam-macam Perkemahan
1.   Menurut waktu : sehari, dua hari & sebagainya
2.   Menurut tempat : tetap, berpindah-pindah
3.  Menurut tujuan : perlombaan, persahabatan, berkarya, penelitian, dan sebagainya
4.   Menurut jumlah : 2 orang, satu regu, satu qabilah, dan sebagainya.

V. Pelaksanaan

1.   Persiapan
     a. Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya
     b. Peninjauan ke tempat perkemahan
     c. Penyediaan peralatan dan perbekalan
     d. Perizinan
     e. Pembentukan panitia
     f. Kesiapan mental, fisik, & keterampilan

2.   Pelaksanaan
a.  Penanggung jawab & pemimpin perkemahan
b.  Para pembantu
c.   Pembagian tugas

3.   Acara : harian, kegiatan, perorangan, regu, dan sebagainya

4.   Pelaksanaan

a.  mengikuti perubahan bila terjadi gangguan
b.  Disiplin waktu
c.   Siap Siap acara pengganti
d.  Keselamatan, keamanan harus menjadi perhatian utama
e.  Keteladanan semua pihak jangan dilupakan

5.  Penyelesaian
a.  Pembongkaran tenda
b.  Pembersihan tempat
c.   Pengecekan peralatan : pribadi, regu, pasukan, dan sebagainya
d.  Pengembalian barang-barang pinjaman
e.  Ucapan terima kasih

6.  Evaluasi
a.  Mencatat prestasi kegiatan peserta (perorangan/regu)
b.  Mengajukan angket kepada peserta
c.   Mencatat perubahan sikap sebelum & sesudah perkemahan
d.  Mencatat kesehatan peserta
e.  Menyusun laporan
       7.  Catatan
a.  Pada perkemahan besar pihak luar sebaiknya diikut sertakan.
b.  Tempat perkemahan harus mendapat perhatian :
        1) tanah rata, agak miring, berumput, tidak rawan longsor, dsb
        2) dekat dengan sumber air
        3) pemandangan menarik
        4) ada arena petualangan
        5) keamanan terjamin
        6) tidak terlalu dekat dengan perumahan
        7) tidak terlalu dekat dengan jalan raya